Pernah jadi moderator webinar atau presentasi di kelas online, tapi saat kamu menyapa audiens, yang terdengar cuma suara jangkrik? Semua peserta mematikan kamera, mematikan mikrofon, dan kolom chat sepi tak berpenghuni. Canggung banget, kan?
Kondisi awkward di 10 menit pertama ini sangat wajar terjadi karena audiens belum “panas”. Di sinilah ice breaking (pencair suasana) mengambil peran krusial. Ice breaking yang seru akan menurunkan ketegangan, menarik fokus peserta, dan membuat mereka lebih nyaman berinteraksi sepanjang acara.
Nggak perlu pakai games rumit yang bikin audiens install aplikasi tambahan, yuk cobain 7 ide ice breaking simpel tapi pecah ini untuk webinar dan kelas online-mu!
- 7 Ide Acara Virtual yang Tetap Interaktif dan Tidak Membosankan
- 10 Ide Aktivitas Tim Virtual untuk Bangun Kekompakan
7 Ide Aktivitas Ice Breaking untuk Webinar atau Kelas Online
1. Polling Lucu dan Relatable
Manfaatkan fitur Polling bawaan dari Zoom atau Google Meet untuk menanyakan hal-hal kocak yang sangat relatable dengan keseharian audiens. Misalnya, kalau audiensmu mayoritas mahasiswa, berikan pertanyaan “Hal apa yang paling bikin panik bulan ini? A. Laptop mendadak nge-lag, B. Skor Turnitin merah semua, C. Revisian draf jurnal dicoret-coret dosen.” Pilihan jawaban yang menyentil realita ini pasti langsung memancing audiens untuk curhat colongan di kolom chat!
2. This or That (Pilih Cepat)
Permainan klasik ini nggak pernah gagal. Tampilkan satu slide presentasi yang memuat dua pilihan, lalu minta audiens mengetik pilihan mereka di kolom chat secepat mungkin. Gunakan pertanyaan ringan seperti: “Tim bubur diaduk vs tidak diaduk?”, “Kerja freelance dari cafe vs nugas dari kamar kost?”, atau “Kopi susu aren vs Matcha latte?”. Interaksi cepat ini efektif membangunkan audiens yang mengantuk.
3. Show and Tell (Tunjukkan Barang di Mejamu)
Biar peserta tergerak untuk menyalakan kamera (oncam), ajak mereka bermain fisik sebentar. Minta audiens untuk mengambil satu barang paling unik atau warna tertentu yang ada di sekitar meja belajar mereka dalam waktu 10 detik. Siapa yang berhasil menunjukkan barang paling aneh ke depan kamera berhak mendapat mini doorprize atau sekadar mendapat tepuk tangan virtual dari semua peserta.
4. Tebak Gambar Zoom-In
Siapkan beberapa slide presentasi yang berisi gambar suatu benda (misalnya: sikat gigi, ujung pulpen, atau kulit durian), tapi di-zoom atau diperbesar sampai berkali-kali lipat sehingga bentuk aslinya nyaris tak terlihat. Audiens harus menebak benda apa itu lewat kolom chat. Semakin aneh bentuk potongannya, semakin liar dan lucu tebakan dari audiens.
5. Fill in the Blank (Lengkapi Kalimat Ini)
Tulis sebuah kalimat menggantung di layar slide dan minta peserta melengkapinya sesuai dengan perasaan mereka hari ini. Contoh kalimatnya: “Kalau hari ini aku adalah sebuah cuaca, aku adalah…” atau “Satu kata yang mendeskripsikan mood-ku ikut sesi ini adalah…”. Bacakan beberapa jawaban yang paling unik secara langsung untuk memberikan kesan bahwa suara mereka didengar dan dihargai.
6. Tebak Judul Lagu/Film Versi Emoji
Uji kreativitas dan kecepatan audiensmu dengan merangkai judul lagu hits, film populer, atau istilah kampus menggunakan deretan emoji. Misalnya, emoji (👩🏻 + 🪞 + ❄️) untuk film Frozen, atau (🩸 + 😭 + 📖) untuk Pejuang Skripsi. Siapa yang bisa mengetik jawaban paling cepat dan tepat di chat dialah pemenangnya. Games ini selalu sukses bikin suasana jadi kompetitif dan heboh.
7. Virtual Background Challenge
Kalau acaramu sifatnya agak santai dan sudah diumumkan jauh-jauh hari, berikan challenge sebelum acara dimulai. Minta seluruh peserta menggunakan virtual background (latar belakang Zoom/Gmeet) paling kreatif sesuai tema tertentu. Misalnya tema “Liburan Impian” atau “Meme Paling Kocak Bulan Ini”. Begitu masuk room, layar otomatis akan penuh dengan gambar-gambar absurd yang memancing tawa sebelum materi utama dimulai.
Kunci dari ice breaking yang sukses adalah durasi. Jangan sampai permainan pembuka ini memakan waktu terlalu lama (idealnya cukup 5-10 menit saja) hingga menggeser jadwal materi utama. Tujuan utamanya hanyalah menaikkan energi ruangan virtual agar audiens siap menyerap ilmu dari pembicara!