Menahan haus sering kali terasa jauh lebih berat daripada menahan lapar, apalagi di tengah cuaca terik. Saat cairan tubuh menyusut, fokus otak langsung buyar. Akibatnya, pekerjaan yang butuh ketelitian tinggi jadi terasa dua kali lipat lebih melelahkan.
Meski tidak ada setetes air pun yang masuk dari adzan subuh hingga magrib, kamu sebenarnya bisa “mengakali” sistem hidrasi tubuh. Berikut adalah tujuh cara logis untuk mencegah dehidrasi dan menjaga tenggorokanmu tidak terasa seperti gurun pasir seharian.
- 7 Tips Tetap Berenergi Saat Puasa buat Kamu yang Aktivitas Padat
- 10 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Fisik dan Mental
7 Cara Menghindari Dehidrasi Meski Gak Minum Selama Puasa
1. Terapkan Pola Minum 2-4-2 yang Disiplin
Karena waktu minum terbatas, kuantitas dan timing adalah segalanya. Jangan memborong bergelas-gelas air sekaligus saat azan magrib karena hanya akan membuat perut begah dan langsung terbuang lewat urine. Gunakan pola 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas dicicil sepanjang malam, dan dua gelas saat sahur. Ini memastikan sel tubuhmu menyerap cairan secara bertahap.
2. Makan Sayur dan Buah Saat Sahur
Air putih bukan satu-satunya sumber hidrasi. Sayuran dan buah adalah “air tersembunyi” yang bentuknya padat namun sangat efektif menahan cairan lebih lama di lambung. Tambahkan potongan mentimun, selada, semangka, atau blewah ke dalam menu sahurmu. Serat dalam buah dan sayur ini akan mengikat cairan dan melepaskannya perlahan ke dalam aliran darah sepanjang hari.
3. Coret Kopi dan Teh Pekat dari Menu Sahur
Secangkir kopi mungkin terasa seperti penyelamat nyawa agar tidak mengantuk di pagi hari. Namun, kafein memiliki sifat diuretik kuat yang memaksa ginjal memproduksi lebih banyak urine. Minum kopi atau teh pekat saat sahur sama saja dengan menguras cadangan cairan tubuhmu lebih cepat, membuatmu rentan dehidrasi dan sakit kepala parah di siang bolong.
3. Kurangi Sodium dan Makanan Super Pedas
Garam (sodium) bekerja dengan cara menarik air dari sel-sel tubuh. Semakin asin lauk sahurmu, seperti ikan asin, mi instan, atau makanan olahan, semakin cepat otakmu mengirimkan sinyal haus yang menyiksa. Makanan yang terlalu pedas juga memicu keringat berlebih dan meningkatkan suhu inti tubuh, sehingga cairan menguap lebih cepat tanpa kamu sadari.
5. Turunkan Suhu Tubuh dari Luar
Saat tenggorokan mulai terasa kering dan gerah di siang hari, kamu bisa menipu sensor panas tubuh dengan pendinginan eksternal. Cuci muka dengan air dingin, atau kompres area titik nadi (pergelangan tangan dan belakang leher) menggunakan handuk basah selama beberapa menit. Mendinginkan titik nadi akan sangat membantu menurunkan suhu darah yang mengalir ke seluruh tubuh, sehingga tubuh dan otak merasa lebih segar.
6. Hindari Paparan Panas dan Atur Jadwal Fisik
Sinar matahari langsung adalah perampok cairan terbesar. Jika kamu harus keluar kos atau kampus, gunakan perlindungan ekstra seperti payung atau topi. Sebisa mungkin, manfaatkan waktu siang yang panas terik tersebut murni untuk tugas-tugas indoor di ruangan bersirkulasi udara baik, dan jadwalkan aktivitas luar ruangan yang butuh banyak gerak di sore hari menjelang berbuka.
7. Kenakan Pakaian Berbahan Katun Longgar
Pakaian ketat berbahan sintetis akan memerangkap panas tubuh dan memaksa kelenjar keringat bekerja ekstra keras. Pilihlah pakaian berbahan katun, linen, atau serat alami lainnya yang longgar dan breathable. Sirkulasi udara yang baik pada permukaan kulit akan meminimalisir produksi keringat berlebih, sehingga persediaan air di tubuhmu tetap aman terkendali.
Dari ketujuh trik hidrasi di atas, mana yang mau langsung kamu rutinkan mulai sahur nanti?