Menyusun slide yang estetis dan materi yang berbobot, misalnya saat kamu harus mempresentasikan hasil riset lapangan atau mempertahankan argumen di depan juri lomba, itu baru setengah jalan menuju kesuksesan. Setengahnya lagi sangat bergantung pada bagaimana cara kamu membawakannya.
Dalam sebuah sesi wawancara kerja atau presentasi penting, komunikasi non-verbal alias bahasa tubuh sering kali berbicara lebih lantang daripada kata-kata yang keluar dari mulutmu. Perekrut dan audiens bisa dengan cepat menilai seberapa gugup, percaya diri, atau antusiasnya kamu hanya dari postur tubuh dalam hitungan detik pertama.
Biar materi brilianmu tidak tertutup oleh kesan yang kurang meyakinkan, pastikan kamu menghindari 7 kesalahan bahasa tubuh ini saat presentasi atau interview!
- 10 Tips Sukses Walk in Interview Biar Langsung Diterima
- 10 Tips Lolos Interview Management Trainee dari HR Langsung
7 Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari Saat Presentasi atau Interview
1. Menyilangkan Tangan di Depan Dada
Ini adalah gerakan refleks yang paling sering dilakukan saat seseorang merasa gugup atau kedinginan di ruangan ber-AC. Sayangnya, secara psikologis, menyilangkan tangan di depan dada memberikan sinyal bahwa kamu sedang menutup diri, defensif, atau tidak terbuka terhadap feedback. Sebaiknya, letakkan tanganmu di atas pangkuan atau gunakan gestur tangan yang terbuka dan natural saat menjelaskan sesuatu.
2. Menghindari Kontak Mata
Mata yang terus-menerus menatap ke arah lantai, langit-langit, atau sudut ruangan memancarkan aura ketidakpastian dan kurangnya rasa percaya diri. Perekrut atau audiens butuh koneksi. Usahakan untuk menjaga kontak mata (eye contact) yang wajar. Jika menatap langsung ke bola mata terasa terlalu mengintimidasi, cobalah teknik menatap area segitiga di antara kedua alis dan hidung lawan bicaramu.
3. Fidgeting atau Gerakan Gelisah yang Mengganggu
Tanpa disadari, rasa panik sering kali disalurkan lewat gerakan-gerakan kecil yang repetitif, seperti terus-menerus mengklik pulpen, menggoyangkan kaki, atau memainkan cincin. Fidgeting bukan hanya menunjukkan bahwa kamu sedang cemas tingkat tinggi, tapi juga sangat mendistraksi audiens dari pesan utama yang sedang kamu sampaikan. Tarik napas panjang, dan paksakan tubuhmu untuk lebih tenang.
4. Postur Tubuh Membungkuk
Duduk bersandar terlalu santai atau berdiri dengan bahu yang melorot akan membuatmu terlihat kurang energi, malas, atau bahkan terkesan meremehkan sesi tersebut. Biasakan untuk duduk atau berdiri dengan tegak. Dada yang membusung wajar dan bahu yang rileks akan otomatis membuat suaramu keluar lebih lantang dan auramu terasa jauh lebih berwibawa.
5. Membelakangi Audiens untuk Membaca Slide
Kesalahan fatal saat presentasi adalah menjadikan slide proyektor sebagai naskah bacaan, bukan alat bantu visual. Terus-menerus menoleh ke belakang dan membelakangi audiens akan memutus interaksi. Kuasai materimu! Slide sebaiknya hanya berisi poin-poin singkat (bullet points), sementara penjelasan detailnya harus datang dari ingatan dan pemahamanmu sendiri dengan pandangan tetap ke arah audiens.
6. Terlalu Sering Menyentuh Wajah atau Leher
Menggaruk kepala yang tidak gatal, mengusap leher bagian belakang, atau sering memegang hidung adalah respons biologis saat seseorang merasa tidak nyaman atau sedang di bawah tekanan. Dalam dunia interview, gestur ini kadang disalahartikan sebagai tanda bahwa kandidat tersebut kurang jujur atau sedang menyembunyikan sesuatu. Biarkan tanganmu tetap rileks di area bawah dada.
7. Lupa Tersenyum dan Wajah Terlalu Tegang
Saking fokusnya ingin tampil profesional dan mengingat semua materi, banyak orang lupa untuk mengatur raut wajahnya. Wajah yang terlalu tegang dan datar justru membuat suasana menjadi kaku dan mengintimidasi. Berikan senyuman yang hangat dan natural di awal perkenalan, saat jeda pergantian topik, dan di akhir sesi. Senyum tidak akan mengurangi profesionalismemu, justru hal itu menunjukkan kecerdasan emosional yang baik.
Bahasa tubuh yang baik bukanlah sesuatu yang bisa dikuasai dalam semalam. Butuh latihan dan kesadaran diri (self-awareness). Sebelum hari H, cobalah rekam dirimu sendiri saat sedang latihan presentasi atau wawancara. Dari video tersebut, kamu bisa mengevaluasi gestur mana yang masih terlihat canggung dan perlu diperbaiki.