Young On Top

6 Tips Memulai Percakapan di Grup WhatsApp Komunitas Tanpa Canggung

6 Tips Memulai Percakapan di Grup WhatsApp Komunitas Tanpa Canggung

Baru diundang masuk ke grup WhatsApp (WA) komunitas baru, tapi bingung mau nimbrung dari mana? Atau, kamu tergabung di grup kepanitiaan yang mendadak sepi bak kuburan, dan kamu pengen mencairkan suasana tapi takut dikacangin?

Membangun interaksi di grup WA komunitas yang isinya puluhan bahkan ratusan kepala memang butuh skill komunikasi tersendiri. Kalau terlalu agresif, takut dicap sok asyik. Tapi kalau diam saja, kamu bakal kehilangan esensi dari networking dan tujuan berkomunitas itu sendiri.

Biar kamu bisa membaur dengan natural dan nggak lagi jadi silent reader, coba terapkan 6 tips memulai percakapan di grup WA komunitas berikut ini!

Baca Juga:

6 Tips Memulai Percakapan di Grup WhatsApp Komunitas Tanpa Canggung

1. Mulai dengan Perkenalan yang Relevan

Kalau kamu adalah anggota baru, jangan cuma mengirim pesan “Halo semua, salam kenal” lalu menghilang. Berikan sedikit konteks tentang dirimu agar anggota lama punya bahan untuk merespons. Misalnya, saat baru bergabung di grup siskamling, karang taruna, atau remaja masjid, kamu bisa bilang, “Halo semuanya, salam kenal! Aku [Nama], kebetulan baru gabung untuk bantu-bantu program kerja bulan depan. Mohon bimbingannya, ya!”

2. Gunakan Fitur Reply pada Obrolan Terakhir

Cara paling aman untuk nimbrung tanpa terlihat random adalah dengan menanggapi topik yang sedang berjalan. Scroll sedikit obrolan sebelumnya, temukan pesan yang menarik, lalu gunakan fitur reply. Kamu bisa sekadar menyetujui pendapat orang tersebut atau menambahkan sedikit insight. Ini menunjukkan bahwa kamu menyimak dinamika grup.

3. Lempar Pertanyaan Terbuka

Orang-orang secara natural suka dimintai pendapat atau saran. Kalau grup sedang sepi, kamu bisa melempar pertanyaan terbuka yang relevan dengan tujuan komunitas. Contohnya, “Halo teman-teman, kalau untuk project edukasi masyarakat desa minggu depan, kira-kira lebih enak pakai metode sosialisasi langsung atau bagi-bagi flyer dulu, ya? Mau minta insight-nya dong.” Pertanyaan seperti ini akan memancing anggota lain yang lebih berpengalaman untuk angkat bicara.

4. Bagikan Informasi atau Artikel Bermanfaat

Nggak ada topik buat diobrolin? Jadilah si pembawa informasi! Kalau kamu menemukan artikel, info webinar, atau berita yang sangat berhubungan dengan minat komunitasmu, share link-nya ke grup. Jangan lupa tambahkan sedikit opini atau rangkuman singkat dari link tersebut. Contoh: “Eh, kebetulan nemu artikel bagus nih soal cara bikin event komunitas yang minim sampah. Mungkin bisa jadi referensi buat acara kita nanti.”

5. Berikan Apresiasi pada Pencapaian Anggota Lain

Memberikan selamat adalah salah satu bentuk ice breaking yang paling positif. Kalau ada pengumuman bahwa komunitas kalian baru saja sukses menggelar acara, atau ada anggota yang baru menang lomba dan berulang tahun, jangan ragu untuk memberikan ucapan selamat. Interaksi positif seperti ini akan membuat namamu mudah diingat sebagai sosok yang suportif.

6. Hindari Pesan Berantai dan Topik Sensitif

Ini aturan emasnya, jangan pernah memulai percakapan dengan mem-forward pesan berantai (hoaks, tebak-tebakan garing, atau gosip) yang tidak ada hubungannya dengan komunitas. Selain itu, hindari membuka obrolan yang menyinggung SARA atau perdebatan politik praktis, karena hal ini sangat rentan memicu konflik dan membuat suasana grup menjadi canggung secara permanen.

Grup WhatsApp komunitas adalah ruang tamu virtual. Kunci utamanya adalah menganggap anggota lain sebagai teman diskusi. Nggak perlu takut obrolanmu nggak dibalas, karena biasanya akan selalu ada admin atau anggota aktif yang siap merespons. Mulailah mengetik, dan selamat berbaur!

Most Reading