Dapat email atau telepon berisikan Offering Letter (tawaran kerja) untuk pekerjaan penuh waktu pertamamu rasanya pasti luar biasa lega. Rasanya pengen langsung teriak kegirangan dan buru-buru tanda tangan saking takutnya tawaran itu ditarik lagi.
Tunggu dulu! Kesalahan terbesar first-jobber adalah langsung mengiyakan angka pertama yang disodorkan HRD. Banyak yang merasa, “Ah, aku kan baru lulus, belum punya pengalaman kantoran, masa berani nego gaji?” Padahal, negosiasi gaji adalah bagian normal dari diskusi profesional. HRD bahkan sering kali sudah menyiapkan “ruang” (budget cadangan) jika sewaktu-waktu kandidatnya melakukan negosiasi.
Biar kamu nggak merasa rugi alias underpaid di kemudian hari, yuk bekali dirimu dengan 6 strategi jitu menegosiasikan gaji dan benefit di tawaran kerja pertama ini!
- Hindari 5 Kesalahan Interview Kerja yang Sering Dilakukan Fresh Graduate
- 7 Pertanyaan yang Harus Kamu Tanyakan ke Atasan di 1-on-1 Meeting Pertama
6 Strategi Menegosiasikan Gaji dan Benefit di Tawaran Kerja Pertama
1. Riset Standar Gaji di Pasaran
Sebelum menyebutkan angka, kamu wajib tahu harga pasaran untuk posisi tersebut. Gunakan portal seperti Glassdoor, JobStreet, atau laporan tren gaji tahunan. Ingat, lokasi juga sangat menentukan. Standar gaji staf ahli kesehatan di Jakarta tentu akan berbeda dengan rate atau UMK di Solo. Riset ini akan menjadi data validmu saat berargumen dengan HRD nanti.
2. Petakan Nilai Jual dari Pengalaman Semasa Kuliah
Meskipun statusmu fresh graduate, bukan berarti kamu datang dengan tangan kosong. Kumpulkan semua “amunisi” portofoliomu. Pengalaman mengambil project sebagai freelance, merintis jasa layanan mandiri semasa kuliah, atau rekam jejak memenangkan kompetisi Karya Tulis Ilmiah (KTI) adalah bukti nyata bahwa kamu sudah memiliki skill praktis, bukan sekadar teori. Gunakan ini sebagai daya tawar bahwa kamu bisa langsung berkontribusi tanpa butuh banyak training dasar.
3. Hindari Menyebut Angka Duluan
Ini adalah trik psikologis klasik. Saat ditanya ekspektasi gaji, usahakan untuk mengembalikan pertanyaannya dengan sopan. Kamu bisa menjawab, “Berdasarkan riset saya dan menyesuaikan dengan budget perusahaan untuk posisi ini, kira-kira berapa kisaran yang Bapak/Ibu anggarkan?” Biarkan mereka yang membuka kartu duluan, agar kamu tidak terjebak menyebutkan angka yang ternyata jauh di bawah budget maksimal mereka.
4. Gunakan Teknik Kisaran (Range) yang Menguntungkanmu
Kalau kamu terpaksa harus menyebutkan angka duluan, jangan pernah memberikan satu angka pas (misal: “Saya minta 5 juta, Bu”). Gunakan rentang atau kisaran angka (range). Triknya: jadikan angka ekspektasi terendahmu sebagai batas bawah dari range tersebut. Misalnya, kalau target minimummu adalah Rp5.000.000, sebutkan range “Rp5.000.000 hingga Rp6.500.000”. Dengan begitu, angka berapa pun yang disetujui HRD di dalam range itu tetap akan menguntungkanmu.
5. Jangan Lupakan Negosiasi Benefit Non-Finansial
Kadang, budget perusahaan untuk gaji pokok memang sudah mentok dan tidak bisa diganggu gugat. Kalau ini terjadi, alihkan fokus negosiasimu pada benefit lain yang menunjang kesejahteraanmu. Kamu bisa menanyakan fleksibilitas sistem kerja (apakah ada jatah WFH), subsidi kuota internet, budget untuk kelas pelatihan/course, hingga coverage asuransi kesehatan yang komprehensif. Benefit seperti ini nilai jangka panjangnya bisa mengalahkan selisih gaji pokok, lho!
6. Minta Waktu untuk Berpikir
Semanis apa pun angka yang ditawarkan saat itu juga, jangan langsung menjawab “Ya, saya terima” di tempat. Ucapkan terima kasih atas tawarannya, lalu mintalah waktu 1 hingga 2 hari kerja untuk me- review draf kontrak tersebut. Jeda waktu ini tidak hanya membuatmu terlihat lebih profesional dan berhati-hati dalam mengambil keputusan, tapi juga memberimu ruang untuk berpikir jernih tanpa tekanan emosional.
Membicarakan uang memang sering terasa canggung, tapi itu adalah hak profesionalmu. Selama kamu menyampaikannya dengan nada bicara yang sopan, rasional, dan berbasis data, HRD justru akan sangat menghargai ketegasanmu. Tarik napas panjang, dan selamat bernegosiasi!