Stigma bahwa lulusan Sastra sulit mencari kerja adalah mitos zaman dulu. Faktanya, hampir semua perusahaan membutuhkan orang yang ahli dalam komunikasi. Keahlian utama anak Sastra bukanlah sekadar tahu banyak kosa kata, melainkan kemampuan berpikir kritis, memahami manusia lewat bahasa, dan menyampaikan pesan yang rumit menjadi sederhana.
Berikut adalah 6 jalur karir paling potensial bagi kamu yang mencintai dunia kata-kata.
- 10 Peluang Freelance Buat Mahasiswa Sastra Indonesia
- 10 Alasan Kenapa Jurusan Sastra Mandarin Layak Dipertimbangkan
6 Peluang Karir Menjanjikan Mahasiswa Jurusan Sastra
1. Copywriter
Ini adalah primadona bagi lulusan Sastra di industri kreatif. Berbeda dengan penulis berita, tugas seorang Copywriter adalah merangkai kata-kata persuasif yang bisa “menghipnotis” orang untuk membeli produk atau jasa. Di sini, kamu tidak menulis novel panjang, tapi menciptakan slogan, caption Instagram, atau naskah iklan video yang pendek namun menohok. Agensi periklanan dan startup berani membayar mahal untuk seorang Copywriter yang bisa meningkatkan penjualan lewat tulisan.
2. UX Writer
Jika kamu ingin bekerja di unicorn atau perusahaan teknologi dengan gaji standar IT, ini jalannya. User Experience (UX) Writer bertugas merancang kata-kata (mikrokopi) di dalam aplikasi atau website agar mudah dipahami pengguna. Misalnya, tulisan pada tombol “Beli Sekarang”, pesan error saat internet mati, atau panduan registrasi. Anak Sastra sangat dicari di sini karena peka terhadap rasa bahasa, memastikan pengguna tidak bingung saat memakai aplikasi.
3. Diplomat atau Staf Kemenlu
Bagi lulusan Sastra Asing (Inggris, Mandarin, Jepang, Arab, Perancis, dll), ini adalah puncak karir yang sangat bergengsi. Kementerian Luar Negeri sangat membutuhkan orang yang tidak hanya fasih bahasanya, tapi juga paham budaya negara tersebut untuk keperluan negosiasi dan diplomasi. Kemampuanmu membedah karya sastra asing melatihmu memahami pola pikir bangsa lain, sebuah skill vital untuk menjaga hubungan bilateral negara.
4. Penerjemah & Interpreter
Jangan samakan profesi ini dengan Google Translate. Mesin bisa menerjemahkan kata, tapi manusia menerjemahkan konteks dan emosi. Penerjemah dokumen legal (kontrak kerja, akta perusahaan) atau penerjemah lisan (Interpreter) di konferensi internasional dibayar per halaman atau per jam dengan tarif dolar yang fantastis. Jika kamu memiliki sertifikasi resmi, tanda tanganmu di atas dokumen terjemahan memiliki kekuatan hukum.
5. Editor atau Penyunting
Media massa, penerbit buku, hingga portal berita online membutuhkan “polisi bahasa” untuk menjaga kualitas konten mereka. Sebagai Editor, kamu tidak hanya membetulkan typo atau tanda baca, tapi juga menjaga logika berpikir penulis, mengecek fakta, dan memastikan tulisan nyaman dibaca. Di era digital di mana hoax dan tulisan sampah bertebaran, peran editor yang teliti menjadi semakin krusial untuk menjaga kredibilitas media.
6. Social Media Specialist
Mengelola akun media sosial brand bukan cuma soal posting gambar, tapi soal Storytelling. Lulusan Sastra terbiasa membedah narasi dan karakter, sehingga mereka jago membangun kepribadian sebuah akun (Brand Persona). Apakah akun ini harus lucu, serius, atau emosional? Anak Sastra tahu persis kata-kata apa yang bisa memancing engagement (komen dan like) dari audiens, menjadikan mereka aset berharga di tim pemasaran digital.
Kuliah di jurusan Sastra tidak akan mematikan masa depanmu, justru membuka banyak pintu yang tidak terpikirkan oleh jurusan lain. Jangan hanya kuliah pulang-kuliah pulang. Perbanyak portofolio tulisanmu, pelajari digital marketing, dan kuasai bahasa asing sedalam mungkin. Dunia tidak hanya butuh ijazahmu, mereka juga butuh kemampuan komunikasimu.