Young On Top

6 Fenomena Alam yang Indah Namun Sulit Ditemui

6 Fenomena Alam yang Indah Namun Sulit Ditemui

Bumi ini sebenarnya adalah galeri seni raksasa yang tidak pernah tutup. Namun, beberapa “karya seni” terbaiknya disembunyikan dan hanya ditampilkan pada momen-momen yang sangat spesifik.

Jika kamu beruntung menyaksikan salah satu dari daftar di bawah ini secara langsung, segera abadikan. Kemungkinan besar kamu tidak akan melihatnya dua kali seumur hidup. Berikut adalah 6 fenomena alam memukau yang keberadaannya sulit dipercaya.

Baca Juga:

6 Fenomena Alam yang Indah Namun Sulit Ditemui

1. Bioluminesensi (Laut yang Menyala dalam Gelap)

Pernah membayangkan berenang di lautan bintang? Ini bukan khayalan. Fenomena ini terjadi ketika air laut di bibir pantai menyala dengan warna biru neon yang terang saat malam hari. Penyebabnya adalah fitoplankton mikroskopis yang memancarkan cahaya (bioluminescence) sebagai mekanisme pertahanan diri saat terganggu oleh ombak atau gerakan air. Lokasi paling terkenalnya ada di Pulau Vaadhoo, Maladewa, tapi sesekali juga bisa ditemukan di pesisir pantai Indonesia (seperti di Lampung atau Kepulauan Seribu) saat musim tertentu.

2. Blue Fire (Api Biru Abadi di Kawah Ijen)

Sebagai orang Indonesia, kita wajib bangga. Fenomena api biru atau Blue Fire ini sangat langka, bahkan disebut-sebut hanya ada dua di dunia, satu di Islandia dan satu lagi di Kawah Ijen, Banyuwangi. Banyak orang salah mengira ini adalah lava berwarna biru. Padahal, ini adalah hasil pembakaran gas belerang bertekanan tinggi yang menyembur dari celah bebatuan pada suhu hingga 600 derajat Celcius. Saat bertemu oksigen di udara malam, gas ini terbakar menghasilkan lidah api biru elektrik yang mistis.

3. Light Pillars (Tiang Cahaya Vertikal)

Jika kamu melihat fenomena ini, mungkin kamu akan mengira sedang ada invasi alien atau penculikan UFO. Light Pillars terlihat seperti sorotan lampu laser yang memancar tegak lurus dari tanah ke langit (atau sebaliknya). Fenomena optik ini terjadi di daerah yang sangat dingin, di mana jutaan kristal es kecil melayang di atmosfer dekat permukaan tanah. Kristal-kristal ini bertindak seperti cermin raksasa yang memantulkan cahaya lampu kota atau bulan, menciptakan ilusi tiang cahaya yang kokoh. Pemandangan ini sering terjadi di negara-negara bersalju seperti Kanada atau Rusia.

4. Awan Lentikular (Awan Topi UFO)

Seringkali saat melihat foto gunung dengan “topi” putih bulat di atasnya, orang mengira itu piring terbang. Itu sebenarnya adalah Awan Lentikular. Awan ini terbentuk ketika udara lembab yang stabil mengalir melewati puncak gunung, menciptakan gelombang udara yang diam (stationary wave). Awan ini unik karena posisinya tidak berpindah meski angin bertiup kencang, seolah-olah sedang parkir di puncak gunung. Di Indonesia, fenomena ini sering terlihat indah memayungi Gunung Lawu, Gunung Merapi, atau Gunung Rinjani.

5. Fire Rainbow (Pelangi Api)

Nama ilmiahnya adalah Circumhorizontal Arc. Berbeda dengan pelangi biasa yang melengkung, fenomena ini terlihat seperti awan tipis yang terbakar dengan warna-warni spektrum pelangi yang menyala-nyala. Syaratnya sangat spesifik, matahari harus berada sangat tinggi di langit (lebih dari 58 derajat) dan cahayanya harus menembus kristal es heksagonal di awan Cirrus yang tipis.

6. Morning Glory Clouds (Awan Gulung Raksasa)

Bayangkan sebuah ombak tsunami raksasa sepanjang 1.000 kilometer bergulung di atas kepalamu, tapi terbuat dari awan. Itulah Morning Glory. Ini adalah fenomena meteorologi yang sangat langka, berupa awan berbentuk tabung panjang yang bergulung-gulung rendah di langit. Fenomena ini paling sering diprediksi terjadi di Teluk Carpentaria, Australia, setiap musim semi. Para pilot pesawat layang (glider) dari seluruh dunia sering berkumpul di sana untuk “berselancar” di atas gelombang awan ini.

Alam semesta tidak pernah kehabisan cara untuk membuat kita merasa kecil sekaligus takjub. Dari keenam fenomena di atas, mana yang paling ingin kamu lihat langsung? Atau mungkin kamu sudah pernah mendaki Kawah Ijen dan melihat si Api Biru dengan mata kepalamu sendiri?

Most Reading