Membangun bisnis dari nol, entah itu agensi copywriting kecil-kecilan atau usaha rintisan di kampus, selalu dimulai dengan satu langkah krusial, menentukan nama. Nama brand adalah impresi pertama pelanggan terhadap bisnismu. Di tengah lautan side hustle dan bisnis anak muda yang menjamur, nama yang pasaran hanya akan membuat usahamu tenggelam dan sulit dicari.
Memilih nama brand tidak boleh asal terdengar keren. Ada strategi psikologis dan pemasaran di baliknya. Agar bisnismu langsung menancap di ingatan target pasar, terapkan 5 tips berikut saat brainstorming nama brand.
- 10 Brand Makeup Lokal Indonesia dan Keunggulan Andalannya
- 8 Cara Membangun Personal Branding di X untuk Bidang Profesionalmu
5 Tips Memilih Nama Brand yang Unik dan Mudah Diingat
1. Buat Singkat, Padat, dan Maksimal Tiga Suku Kata
Otak manusia lebih mudah memproses dan mengingat kata yang pendek. Hindari menggunakan nama yang terlalu panjang seperti sebuah kalimat. Coba perhatikan brand raksasa seperti Gojek, Apple, atau Zara, semuanya sangat singkat. Usahakan nama brand-mu terdiri dari dua hingga tiga suku kata saja agar pelafalannya renyah dan tidak membuat lidah keseleo.
2. Gunakan Teknik Penggabungan Kata
Kamu tidak harus mencari kata baku di dalam kamus. Banyak nama brand sukses yang lahir dari gabungan dua kata yang merepresentasikan layanannya. Misalnya, jika kamu membuka jasa pengecekan plagiarisme Turnitin dengan target pasar mahasiswa, pilih yang terdengar sangat catchy, modern, dan langsung memberi sinyal yang jelas tentang layanan apa yang kamu tawarkan tanpa terdengar kaku.
3. Hindari Ejaan yang Rumit dan Penggunaan Simbol
Kreativitas itu penting, tapi jangan sampai mengorbankan kemudahan. Mengganti huruf ‘S’ dengan angka ‘5’ atau menambahkan terlalu banyak tanda hubung dan underscore (garis bawah) hanya akan menyulitkan pelanggan saat mencari bisnismu di media sosial. Nama yang baik adalah nama yang ketika diucapkan secara lisan, orang lain bisa langsung tahu bagaimana cara mengejanya di kolom pencarian.
4. Jangan Terlalu Spesifik (Beri Ruang untuk Berekspansi)
Jika hari ini kamu berjualan keripik pedas, menamai brand-mu “Keripik Pedas Si Jago” mungkin terdengar relevan. Tapi bagaimana jika tahun depan kamu ingin mengekspansi bisnis dengan berjualan minuman segar atau dessert? Nama yang terlalu spesifik akan membatasi ruang gerak usahamu. Pilihlah nama yang cukup fleksibel agar tetap relevan meski lini produkmu terus bertambah di kemudian hari.
5.. Cek Ketersediaan Domain dan Username Media Sosial
Di era digital, kehadiran online adalah segalanya. Sebelum kamu terlanjur jatuh cinta pada satu nama, buat desain logo, atau bahkan mencetak materi promosi dan poster, segera cek ketersediaannya di internet. Pastikan username di Instagram, TikTok, dan nama domain website-nya belum dipakai oleh orang lain. Jangan lupa juga untuk mengecek pangkalan data Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) agar kamu tidak tersandung masalah hak cipta di masa depan.
Nama brand yang kuat adalah investasi pemasaran gratis seumur hidup. Luangkan waktu beberapa hari untuk mengumpulkan ide, minta pendapat dari teman-teman terdekat, dan pilihlah nama yang paling mewakili visi besar bisnismu ke depan!