5 Tipe Terapi Psikologi yang Sering Dipakai Psikolog

5 Tipe Terapi Psikologi yang Sering Dipakai Psikolog

Kalau kamu pernah kepikiran buat ke psikolog, mungkin kamu bakal bertanya-tanya: “Terapi psikologi itu kayak gimana sih bentuknya?” Nah, ternyata ada banyak jenis terapi yang bisa dipakai tergantung masalah dan kebutuhan kamu. Di bawah ini ada 5 tipe terapi psikologi yang paling sering dipakai psikolog buat bantu klien mereka.

Baca juga:

Tipe Terapi Psikologi yang Sering Dipakai Psikolog

5 Tipe Terapi Psikologi yang Sering Dipakai Psikolog

1. Terapi Kognitif Perilaku (CBT)

CBT atau Cognitive Behavioral Therapy jadi salah satu terapi yang paling populer. Terapi ini fokus buat bantu kamu mengenali pola pikir negatif dan menggantinya dengan pola pikir yang lebih sehat. Misalnya, kalau kamu sering overthinking atau punya pikiran negatif tentang diri sendiri, CBT bisa bantu kamu melawan pikiran itu dan ubah cara pandangmu jadi lebih realistis.

CBT cocok buat kamu yang ngalamin kecemasan, depresi, gangguan panik, dan bahkan trauma.

2. Terapi Psikodinamik

Terapi ini dasarnya dari teori Freud, dan fokusnya adalah ngebongkar hal-hal yang nggak kamu sadari (unconscious), yang mungkin ngaruh ke perilaku dan perasaanmu sekarang. Biasanya, terapi ini bakal ngajak kamu ngobrol soal masa kecil, hubungan keluarga, atau pengalaman masa lalu yang belum kamu sadari efeknya.

Kalau kamu suka mikir, “Kenapa ya aku sering ngerasa gini tapi nggak tau sebabnya?”, terapi ini bisa jadi pilihan.

3. Terapi Humanistik

Terapi ini lebih fokus ke diri kamu sebagai manusia seutuhnya. Salah satu bentuk yang terkenal adalah Client-Centered Therapy dari Carl Rogers. Di sini, psikolog bakal ngedengerin kamu tanpa ngehakimi, dan bantu kamu mengenal diri sendiri lebih dalam.

Terapi humanistik cocok buat kamu yang lagi merasa kehilangan arah, bingung sama tujuan hidup, atau pengen lebih paham siapa diri kamu sebenernya.

4. Terapi Perilaku Dialektik (DBT)

Terapi ini mirip-mirip sama CBT, tapi punya tambahan teknik buat ngatur emosi, mindfulness, dan keterampilan interpersonal. DBT biasanya dipakai buat orang yang punya emosi ekstrem, suka impulsif, atau ngalamin gangguan borderline personality disorder.

Kalau kamu sering ngerasa emosimu kayak roller coaster, terapi ini bisa bantu kamu lebih stabil.

5. Terapi Keluarga dan Pasangan

Nggak semua terapi harus dilakukan sendiri, lho. Kadang, masalah psikologis muncul karena konflik dalam hubungan. Terapi keluarga atau pasangan bisa bantu kamu dan orang-orang terdekatmu buat ngobrol secara sehat, nyari solusi bareng, dan bangun komunikasi yang lebih baik.

Setiap orang punya kebutuhan yang beda-beda, jadi tipe terapi yang cocok juga bisa beda-beda. Tapi yang pasti, langkah pertama buat sembuh itu ya berani nyari bantuan. Jangan takut atau malu buat ngobrol sama psikolog. Siapa tahu, satu sesi bisa jadi awal dari perubahan besar dalam hidupmu!

Yuk, mulai prioritaskan kesehatan mentalmu. Karena kamu juga berhak bahagia dan hidup dengan damai.

Get in Touch

Jalan Kemang Selatan IX No 1B
Mampang Prapatan, Jakarta Selatan

info@yotinspirasi.com

brand@yotinspirasi.com

081385640560

©2024 | All right reserved