Bikin event yang konsepnya udah matang emang bikin bangga, tapi tantangan sesungguhnya baru dimulai saat masa pendaftaran dibuka. Jangan sampai pembicara udah diundang jauh-jauh atau hadiah kompetisinya udah disiapin jutaan rupiah, tapi yang daftar cuma panitia dan teman-teman terdekat aja!
Di era sekarang, sebar e-flyer di grup kelas doang udah nggak cukup. Kamu butuh strategi distribusi informasi yang jangkauannya luas, tepat sasaran, dan pastinya ramah di kantong mahasiswa. Biar jumlah pendaftar acaramu tembus target, yuk maksimalkan 5 platform gratis ini untuk promosi!
- 6 Platform E-commerce Lokal untuk Bantu Kamu Berjualan
- 10 Platform Digital yang Wajib Dikuasai Anak Muda untuk Bisnis
5 Platform untuk Mempromosikan Event Biar Banyak Peminat
1. Fitur Collab dan Reels di Instagram
Instagram masih jadi raja visual. Buat mempromosikan acara visual seperti kompetisi poster tingkat nasional, fitur Collab adalah senjata paling mematikan. Ajak akun media partner, BEM kampus, atau influencer lokal untuk melakukan Collab Post. Dengan satu kali posting, flyer acaramu akan langsung muncul di feed followers mereka juga. Jangan lupa buat versi Reels pendek yang ngasih tahu apa aja benefit atau hadiah acaranya biar makin viral.
2. Ngampooz atau Eventbrite
Daripada repot mendata peserta satu-satu lewat Google Form yang sering error, mending pakai platform ticketing khusus. Buat target audiens mahasiswa, aplikasi Ngampooz sangat populer karena pengguna bisa langsung mencari event kampus atau webinar yang ngasih e-certificate. Selain bikin acaramu kelihatan jauh lebih profesional, platform seperti ini biasanya punya fitur reminder otomatis ke email peserta biar mereka nggak lupa hadir.
3. Thread X (Twitter) untuk Storytelling
Kalau audiensmu suka membaca dan berdiskusi, X (Twitter) adalah tempatnya. Platform ini sangat cocok untuk promosi dengan gaya soft-selling. Misalnya, untuk mempromosikan virtual book launch karya buku bersama penulis lain, jangan langsung unggah poster acara. Buatlah sebuah Thread (utas) yang menceritakan drama dan serunya proses di balik layar menyatukan ide sembilan kepala menjadi satu buku. Di akhir Thread, baru selipkan tautan pendaftaran acaranya.
4. TikTok
Gen Z sekarang lebih sering menggunakan TikTok sebagai mesin pencari dibandingkan Google. Bikin video hook yang langsung menembak masalah (pain point) audiens. Alih-alih bilang “Ikuti Webinar Kami”, ubah narasinya jadi “Capek nugas terus tapi CV masih kosong? Ini cara dapet skill baru akhir pekan ini!”. Gunakan sound yang sedang trending dan pastikan link pendaftaran sudah terpasang rapi di bio akun panitia.
5. Broadcast Komunitas di WhatsApp atau Telegram
Ini adalah platform konversi paling tinggi karena sifatnya yang personal. Tapi ingat, jangan asal spamming ke nomor orang yang nggak dikenal! Manfaatkan fitur WhatsApp Community atau grup Telegram himpunan mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga grup relawan project kampus. Kirimkan pesan dengan copywriting yang ramah (sebutkan nama sapaan grupnya), sertakan satu paragraf singkat tentang kenapa mereka wajib ikut, dan berikan tautan yang bisa langsung diklik.
Jangan cuma bergantung pada satu platform. Kombinasikan semuanya: pakai Instagram untuk visual, X untuk cerita, dan WhatsApp untuk eksekusi pendaftaran akhir. Jangan lupa pancing audiens dengan kata-kata magis seperti “Kuota Terbatas!” atau “Tersedia E-Sertifikat!” di setiap materi promosimu.