Perayaan Tahun Baru Imlek tidak pernah lepas dari tradisi makan besar. Meja makan pasti penuh dengan hidangan lezat mulai dari bebek peking, lapis legit yang berminyak (buttery), hingga kue keranjang yang manis dan lengket.
Di tengah pesta pora kuliner tersebut, seringkali kita lupa bahwa perut punya batas kapasitas. Rasa “begah”, kembung, atau pusing akibat kolesterol sering menjadi tamu tak diundang setelah makan malam keluarga.
Inilah alasan mengapa secangkir Teh Jahe Hangat selalu hadir di sela-sela toples kue kering. Minuman sederhana ini bukan sekadar tradisi, melainkan obat alami penyeimbang rasa. Berikut adalah 5 alasan kenapa kamu perlu menyeduh teh jahe saat kumpul keluarga Imlek tahun ini.
Baca Juga:
5 Manfaat Teh Jahe Hangat
1. Pawang Rasa Begah dan Kembung
Setelah menyantap hidangan berlemak santan atau daging, sistem pencernaan bekerja sangat keras. Jahe mengandung senyawa phenolic yang berfungsi untuk meredakan iritasi pada saluran cerna dan menstimulasi air liur serta cairan empedu. Jadi, jika kamu merasa perutmu penuh gas atau kembung setelah kebanyakan makan, secangkir teh jahe hangat adalah solusi instan untuk membuat perut kembali nyaman.
2. Menghangatkan Tubuh di Musim Hujan
Di Indonesia, Imlek hampir selalu jatuh pada puncak musim hujan (Januari atau Februari). Udara dingin dan lembap seringkali membuat suasana kumpul keluarga jadi kurang kondusif, apalagi bagi anggota keluarga yang lansia. Jahe adalah diaforetik alami, yang berarti ia memicu kehangatan dari dalam tubuh. Menyuguhkan teh jahe panas kepada tamu yang baru datang menerobos hujan bukan hanya bentuk kesopanan, tapi juga cara menjaga kehangatan obrolan keluarga agar tetap cair meski di luar sedang badai.
3. Penyeimbang Gula Darah dan Kolesterol
Kue keranjang dan manisan segi delapan adalah bom gula. Bagi penderita diabetes atau mereka yang menjaga berat badan, Imlek adalah tantangan berat. Riset menunjukkan bahwa jahe dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah puasa. Meskipun tidak bisa sepenuhnya menghapus kalori dari kue yang sudah kamu makan, minum teh jahe tanpa gula bisa membantu tubuh memetabolisme glukosa dengan lebih baik, memberikan sedikit rem pada lonjakan gula darah yang drastis.
4. Benteng Imunitas (Anti-Flu)
Saat Imlek, kita bertemu dengan puluhan sanak saudara, bersalaman, dan berinteraksi dekat. Risiko penularan flu atau batuk sangat tinggi, terutama di musim pancaroba. Jahe memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi yang kuat berkat kandungan gingerol-nya. Rutin menyesap teh jahe selama periode perayaan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, meredakan sakit tenggorokan akibat terlalu banyak makan gorengan, dan menjaga kamu tetap fit.
5. Mengatasi Mual (Mabuk Perjalanan)
Banyak keluarga yang melakukan perjalanan jauh atau mudik untuk merayakan Imlek bersama orang tua. Mabuk perjalanan seringkali menjadi masalah yang mengganggu mood saat tiba di rumah nenek. Jahe sudah lama dikenal sebagai obat anti-mual yang efektif, bahkan lebih aman daripada obat kimia yang menyebabkan kantuk. Menyajikan teh jahe begitu keluarga tiba dari perjalanan jauh adalah cara terbaik untuk menghilangkan rasa mual dan mengembalikan kesegaran tubuh mereka.
Teh jahe mungkin terlihat sederhana dan kalah pamor dibandingkan sirup warna-warni atau soft drink. Namun, khasiatnya yang luar biasa menjadikannya penyelamat perut di tengah gempuran makanan lezat khas Imlek. Jadi, tahun ini, pastikan ada teko berisi teh jahe hangat di meja tamumu. Perut nyaman, hati senang, dan kumpul keluarga pun makin berkesan.