Selamat! Setelah ngelewatin drama revisi CV, interview yang bikin deg-degan, sampai masa probation, akhirnya notifikasi mobile banking yang paling ditunggu-tunggu muncul juga, gaji pertama cair!Rasanya pasti euphoria banget. Bawaannya pengen langsung checkout keranjang e-commerce, traktir teman se-geng, sampai upgrade gadget.
Nggak ada yang salah kok sama merayakan pencapaian. Tapi, awas jebakan batman! Gaji pertama itu ibarat ujian kedewasaan finansial. Kalau dari awal udah salah mindset, kebiasaan buruk ini bakal kebawa terus sampai bertahun-tahun ke depan. Biar uang hasil keringatmu gak cuma numpang lewat bak angin lalu, pastikan kamu menghindari 5 kesalahan mengatur gaji pertama berikut ini!
- 10 Cara Efektif Biar Gaji Kecil Tetep Bisa Nabung Tiap Bulan
- 9 Cara Nabung Efektif Meski Cuma Gaji UMR
5 Kesalahan dalam Mengatur Keuangan Gaji Pertama yang Harus Dihindari
1. Self-Reward Kebablasan
“Aku pantas dapetin ini, kan udah kerja keras sebulan!” Kalimat ini adalah magic word yang paling sering bikin first-jobber mendadak bokek. Self-reward di bulan pertama kerja itu wajar banget, tapi jangan sampai porsinya ngabisin 80% dari gajimu. Tetapkan budget khusus buat self-reward (misalnya maksimal 10-15%). Jangan jadikan alasan kerja keras buat menjustifikasi gaya hidup boros yang berkedok mengapresiasi diri sendiri.
2. Gak Punya Alokasi Budgeting yang Jelas
Banyak yang ngerasa, “Ah, gajiku masih UMR, ngapain di-budgeting segala? Nanti juga habis sendiri buat makan.” Justru karena budget masih terbatas, kamu butuh alokasi yang ketat biar gak defisit sebelum akhir bulan. Coba pakai aturan simpel seperti 50/30/20 (50% kebutuhan pokok, 30% keinginan/hiburan, 20% tabungan/investasi). Pisahkan uang ke rekening atau e-wallet berbeda begitu gaji turun, jangan digabung di satu rekening operasional.
3. FOMO Sama Gaya Hidup Teman Kantor
Pas masuk dunia kerja, kamu bakal ketemu berbagai macam circle. Ada yang tiap jam makan siang harus ke kafe hits, atau ngajak nongkrong after-hour tiap weekend. Ingat, kapasitas finansial tiap orang itu beda. Gak perlu maksa ikut gaya hidup mereka cuma demi validasi sosial atau takut dibilang kuper (kurang pergaulan). Berani bilang nggak kalau emang budget nongkrongmu bulan ini udah habis.
4. Lupa Nyicil Dana Darurat
Mentang-mentang masih muda, jomblo, dan masih tinggal bareng orang tua, banyak yang merasa hidupnya aman sentosa tanpa perlu dana darurat. Padahal, musibah gak pernah lihat KTP. Laptop kerja tiba-tiba rusak, motor perlu turun mesin, atau mendadak sakit butuh biaya ke klinik. Biasakan menyisihkan setidaknya 5-10% dari gaji pertama buat dana darurat. Anggap aja ini uang yang gak boleh disentuh.
5. Menunda Investasi Karena Merasa Masih Muda
“Nanti aja deh main saham atau reksadananya kalau gajinya udah dua digit.” Ini kesalahan fatal! Waktu adalah aset paling berharga dalam investasi. Gak perlu nunggu modal puluhan juta buat mulai. Kamu bisa pelan-pelan belajar fundamental saham atau instrumen investasi lain dari nominal kecil. Justru, memulai investasi dari gaji pertama bakal membentuk mental dan habit investor yang tangguh buat masa depanmu.
Gaji pertama adalah pondasi. Kalau kamu bisa mengelola nominal yang kecil dengan bijak, kamu pasti bakal lebih siap mengelola nominal besar saat karirmu menanjak nanti. Jangan sampai kerja bertahun-tahun tapi asetnya nol besar karena kalah sama gengsi. Yuk, mulai tata keuanganmu dari sekarang!