Young On Top

5 Checklist Sebelum Menandatangani Kontrak Sewa Kos-kosan Biar Gak Nyesel

5 Checklist Sebelum Menandatangani Kontrak Sewa Kos-kosan Biar Gak Nyesel

Mencari kos-kosan baru rasanya mirip seperti mencari jodoh, gampang-gampang susah. Kadang lihat foto di aplikasi pencarian kos kelihatannya sangat estetik dan minimalis, tapi pas disurvei langsung, realitanya jauh dari ekspektasi.

Euforia pindah ke lingkungan baru sering kali bikin kita buru-buru transfer uang muka (DP) atau langsung menandatangani kesepakatan sewa dengan bapak/ibu kos tanpa banyak bertanya. Padahal, kosan adalah tempat kamu memulihkan energi setiap hari. Kalau lingkungannya toxic atau aturannya tidak masuk akal, masa-masa kuliah atau kerjamu bakal terasa makin berat.

Biar kamu nggak merasa terjebak dan berujung pindah lagi bulan depan, pastikan kamu sudah menanyakan 5 checklist krusial ini sebelum sepakat menyewa kos-kosan!

Baca Juga:

5 Checklist Sebelum Menandatangani Kontrak Sewa Kos-kosan Biar Gak Nyesel

1. Harga Sewa Itu Include atau Exclude? (Fokus pada Listrik dan WiFi)

Ini adalah jebakan yang sering memakan korban. Harga sewa bulanan kelihatannya murah banget, tapi ternyata belum termasuk listrik (pakai token masing-masing), uang sampah, uang keamanan, dan iuran WiFi. Pastikan kamu bertanya secara spesifik: “Bu/Pak, harga segini sudah bersih termasuk listrik buat alat elektronik (seperti rice cooker atau setrika) dan WiFi, atau ada biaya tambahan lagi?”

2. Aturan Jam Malam dan Pemegang Kunci Gerbang

Sebagai anak muda yang mungkin punya segudang aktivitas,  mulai dari rapat organisasi kampus, ngerjain project kelompok, sampai lembur kerjaan freelance, jam malam adalah isu sensitif. Tanyakan apakah kos tersebut memberlakukan jam malam (misalnya gerbang dikunci jam 10 malam). Kalau iya, apakah kamu akan diberikan kunci gerbang sendiri atau harus membangunkan penjaga kos setiap kali pulang telat?

3. Kondisi Sinyal Provider dan Stabilitas WiFi di Dalam Kamar

Zaman sekarang, kamar kos yang aesthetic nggak akan ada artinya kalau sinyal provider hilang alias blank spot. Saat melakukan survei langsung, masuklah ke dalam kamar yang akan kamu tempati, tutup pintunya, lalu tes kecepatan internet di HP-mu. Tanyakan juga kepada penghuni lama (kalau ada kesempatan) apakah WiFi kosannya sering bermasalah kalau sedang dipakai banyak orang di malam hari.

4. Sirkulasi Udara dan Cahaya Matahari

Jangan pernah kompromi soal ventilasi! Kamar yang tidak memiliki jendela atau ventilasi udara yang memadai akan menjadi sangat lembap, sumpek, dan rentan memicu pertumbuhan jamur di pakaian maupun dinding. Selain bikin suasana hati gampang down, kamar yang tidak pernah terkena sinar matahari alami juga sangat buruk untuk kesehatan pernapasanmu dalam jangka panjang.

5. Aturan Membawa Tamu, Teman Nugas, atau Keluarga

Tiap pemilik kos punya tingkat toleransi yang berbeda-beda. Ada yang sangat santai membebaskan teman lawan jenis mengerjakan tugas di ruang tamu kos, tapi ada juga yang melarang keras siapa pun masuk melewati pagar depan. Tanyakan juga bagaimana aturannya jika suatu saat orang tua atau saudaramu datang berkunjung dan butuh menginap semalam dua malam. Apakah dikenakan biaya charge tambahan?

Menyewa kos berarti kamu sedang membeli kenyamanan dan keamanan. Jangan merasa sungkan atau takut dianggap rewel oleh pemilik kos karena menanyakan hal-hal detail di awal. Jauh lebih baik bawel di depan sebelum membayar, daripada harus makan hati berbulan-bulan karena aturan tak tertulis yang merugikanmu. Selamat berburu kos-kosan yang nyaman!

Most Reading