Young On Top

5 Cara Membagi Waktu Antara Ibadah, Kerja, dan Istirahat Pas Puasa

5 Cara Membagi Waktu Antara Ibadah, Kerja, dan Istirahat Pas Puasa

Menyeimbangkan jadwal harian di bulan puasa sering kali terasa seperti juggling. Di satu sisi, ada berbagai target harian seperti tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Di sisi lain, target ibadah, termasuk setoran hafalan Juz Al-Qur’an yang juga tidak boleh kendor. Jika ritmenya tidak diatur dengan baik, yang jadi korban biasanya adalah waktu tidur.

Padahal, menjaga keseimbangan antara produktivitas dan ibadah itu bukan hal yang mustahil. Dengan pengaturan waktu yang tepat, kamu tetap bisa menjalani keduanya tanpa mengorbankan kesehatan. Biar ibadah jalan, kerjaan beres, dan fisik tetap bugar, terapkan 5 strategi membagi waktu yang ringkas dan praktis ini.

Baca Juga:

5 Cara Membagi Waktu Antara Ibadah, Kerja, dan Istirahat Pas Puasa

1. Pakai Sistem Time Blocking Berbasis Energi

Jangan membuat jadwal berdasarkan jam, tapi sesuaikan dengan level energimu. Waktu setelah sahur dan subuh adalah puncak energi. Pakai 1-2 jam pertama ini murni untuk tugas yang menguras konsentrasi, merangkai tulisan baru atau menambah ayat hafalan. Siang harinya, saat energi mulai menurun, gunakan untuk tugas yang sifatnya mekanis.

2. Terapkan Ibadah “Micro-Habits” (Sistem Cicil)

Ibadah tidak melulu harus duduk berjam-jam di atas sajadah. Ubah target besarmu menjadi kebiasaan mikro. Daripada memaksakan diri menghafal banyak ayat di malam hari saat otak sudah lelah, cicil muraja’ah di sela-sela transisi kegiatan, misalnya saat di perjalanan menembus lalu lintas, menunggu jadwal kelas di kampus, atau saat sedang antre.

3. Tetapkan Hard Stop untuk Pekerjaan

Beri batas waktu yang tegas kapan kamu harus benar-benar berhenti bekerja. Misalnya, jam 5 sore layar laptop harus ditutup. Waktu menjelang berbuka hingga selesai salat tarawih adalah area eksklusif untuk istirahat, makan, dan ibadah malam. Mencampuradukkan membalas chat kerjaan di jam ini hanya akan membuat pikiranmu stres dan ibadah menjadi tidak fokus.

4. Prioritaskan Power Nap

Mengantuk di siang hari itu sangat biologis. Jangan melawannya dengan terus menatap layar. Pasang alarm dan tidurlah maksimal 15-20 menit tepat setelah istirahat Zuhur. Tidur siang singkat ini bukan tanda kemalasan, melainkan strategi jitu me-reset otak agar matamu kembali tajam menghadapi sisa hari tanpa pusing.

5. Puasa Distraksi Digital di Malam Hari

Godaan terbesar setelah tarawih adalah rebahan sambil scrolling media sosial sampai larut, padahal kamu harus bangun lagi dini hari untuk sahur. Jauhkan HP dari jangkauan kasur minimal satu jam sebelum tidur. Manfaatkan sisa malam murni untuk mengistirahatkan mata dan mengembalikan tenaga yang terkuras seharian.

Sangat bisa langsung dieksekusi, kan? Trik nomor berapa yang mau kamu terapkan mulai hari ini?

Most Reading