Young On Top

5 Cara Memanfaatkan Google Calendar & Notion untuk Rencana 1 Tahun

5 Cara Memanfaatkan Google Calendar & Notion untuk Rencana 1 Tahun

Punya resolusi tahunan yang ambisius itu bagus, tapi sering kali semangatnya cuma bertahan di bulan Januari. Memasuki pertengahan tahun, rencana yang udah ditulis panjang lebar biasanya mulai terlupakan karena tertumpuk oleh rutinitas sehari-hari.

Kalau kamu sering merasa kewalahan mengatur goals jangka panjang sekaligus mengurus jadwal harian yang padat, kamu butuh sistem yang lebih dari sekadar buku catatan biasa. Kombinasi Google Calendar (GCal) dan Notion adalah senjata rahasia terbaik untuk merancang, melacak, dan mengeksekusi rencana 1 tahun penuh tanpa takut burnout atau kehilangan arah.

Biar resolusimu nggak sekadar jadi wacana, yuk terapkan 5 cara jitu menggabungkan kedua aplikasi powerful ini!

Baca Juga:

5 Cara Memanfaatkan Google Calendar & Notion

1. Visi Besar di Notion, Eksekusi Harian di GCal

Aturan main pertamanya, jangan campur aduk semuanya di satu tempat. Gunakan Notion sebagai  kanvas utama untuk memetakan visi besarmu selama 1 tahun ke depan. Buat database di Notion yang berisi target tahunanmu (misalnya: target lulus kuliah, target pendapatan freelance, atau target baca buku). Setelah visi besar itu tersusun, pindahkan jadwal eksekusi hariannya ke Google Calendar. GCal berfungsi sebagai alarm dan pengingat harian yang akan memaksamu untuk bergerak sesuai rencana.

2. Pecah Proyek Raksasa Menjadi Milestones di Notion

Melihat target yang terlalu besar sering kali bikin otak otomatis merasa malas. Gunakan fitur Board atau Kanban di Notion untuk memecah proyek besar menjadi milestones (pencapaian kecil) bulanan atau mingguan. Contohnya, saat kamu sedang menggarap proyek mini-riset yang cukup kompleks seperti menganalisis pengetahuan masyarakat tentang penyakit kulit pasca banjir, pecah proyek itu di Notion menjadi langkah-langkah kecil, minggu pertama untuk penyusunan kuesioner, minggu kedua untuk turun ke lapangan, dan minggu ketiga untuk tabulasi data.

3. Terapkan Time Blocking untuk Fokus Ekstra di GCal

Setelah milestones di Notion terbentuk, saatnya memindahkan tugas tersebut ke Google Calendar menggunakan teknik time blocking. Jangan sekadar membuat to-do list, tentukan blok waktu spesifik untuk mengerjakannya. Misalnya, blokir waktu dari jam 19.00 hingga 20.30 khusus untuk mengurus operasional bisnis side hustle seperti layanan, dan blokir jam 21.00 untuk fokus menyusun laporan. Disiplin pada blok waktu ini akan meminimalisir distraksi.

4. Bangun Habit Tracker dan Jurnal Evaluasi di Notion

Rencana 1 tahun tidak akan berjalan mulus tanpa adanya kebiasaan harian yang mendukung. Buatlah halaman Habit Tracker di Notion menggunakan fitur Checkbox untuk melacak rutinitas penting, mulai dari minum air putih yang cukup, olahraga ringan, hingga progres hafalan yang menunjang target utamamu. Selain itu, luangkan waktu di akhir bulan untuk membuat jurnal evaluasi di Notion, catat target apa yang tercapai bulan ini dan strategi apa yang perlu diperbaiki untuk bulan depan.

5. Sinkronisasi Kedua Aplikasi untuk Workflow Anti-Lupa

Biar kerjaanmu makin sat-set dan sistematis, kamu bisa mengintegrasikan kedua aplikasi ini. Notion memiliki fitur untuk menyematkan tampilan Google Calendar secara langsung di dalam halamannya. Dengan begitu, saat kamu membuka dashboard Notion di pagi hari untuk melihat target mingguan, kamu juga bisa langsung melihat rentetan jadwal meeting atau deadline tugas dari Google Calendar di satu layar yang sama tanpa harus bolak-balik buka aplikasi.

Sistem planning yang canggih tidak akan ada gunanya tanpa eksekusi yang konsisten. Kombinasi Notion dan Google Calendar ibarat peta dan kompas, mereka membantumu tetap berada di jalur yang benar. Mulailah pelan-pelan, sesuaikan template-nya dengan gaya hidupmu, dan jadikan proses merencanakan ini sebagai bagian dari gaya hidup terorganisirmu!

Most Reading