Di zaman yang serba cepat ini, tidur sering dianggap sebagai tanda kemalasan. Kita memuja budaya hustle culture yang mempromosikan “tidur 4 jam sehari” demi kesuksesan. Padahal, tidur bukanlah waktu dimana tubuh mati sementara. Justru, saat kamu terlelap, tubuhmu sedang melakukan servis besar-besaran dengan membuang racun otak, memperbaiki sel rusak, dan menyeimbangkan hormon.
Jika kamu memotong waktu servis ini terus-menerus, tubuhmu akan mogok, seringkali dengan cara yang fatal. Berikut adalah 5 bahaya serius dari kurang tidur yang sering tidak disadari sampai semuanya terlambat.
Baca Juga:
-
5 Manfaat Susu Hangat Sebelum Tidur untuk Kualitas Istirahatmu
-
5 Efek Sinar Matahari terhadap Pola Tidur dan Ritme Sirkadian Manusia
5 Bahaya Kurang Tidur
1. Otak Gagal Membuang Racun (Risiko Alzheimer)
Saat tidur nyenyak (Deep Sleep), otak mengaktifkan sistem pembuangan limbah bernama Sistem Glimpatik. Sistem ini menyapu protein beracun (seperti Beta-Amyloid) yang menumpuk seharian. Jika kamu kurang tidur, racun ini tidak terbuang dan mengendap di otak. Penumpukan Beta-Amyloid adalah salah satu penanda utama penyakit Alzheimer dan Demensia di masa tua. Jadi, begadang hari ini sama dengan menabung kepikunan di masa depan.
2. Menjadi Gampang Emosi
Pernah merasa ingin marah-marah hanya karena hal sepele saat kurang tidur? Itu biologis. Kurang tidur membuat Amigdala (pusat emosi otak) menjadi 60% lebih reaktif. Di saat yang sama, Prefrontal Cortex (pusat logika) melemah. Akibatnya, kamu kehilangan rem emosi. Kamu jadi mudah tersinggung, cemas berlebihan, dan membuat keputusan impulsif yang sering disesali belakangan.
3. Jantung Bekerja Lembur (Hipertensi)
Tidur adalah waktu bagi jantung untuk menurunkan detaknya dan pembuluh darah untuk rileks. Jika kamu melek terus, tekanan darahmu tetap tinggi dalam waktu yang lama. Tubuh juga memproduksi protein inflamasi yang merusak dinding pembuluh darah. Riset menunjukkan orang yang tidur kurang dari 6 jam semalam memiliki risiko serangan jantung dan stroke jauh lebih tinggi daripada mereka yang tidur 7-8 jam.
4. Jebakan Obesitas
Ingin diet tapi hobi begadang? Percuma. Kurang tidur mengacaukan dua hormon nafsu makan, dimana: Ghrelin (hormon lapar) melonjak naik. Sedangkan Leptin (hormon kenyang) turun drastis. Otakmu akan terus berteriak lapar dan biasanya yang diinginkan adalah makanan tinggi karbohidrat atau gula. Inilah kenapa orang yang begadang cenderung ngemil di tengah malam dan sudah pasti berat badannya naik.
5. Microsleep yang Mematikan
Ini adalah bahaya instan. Microsleep adalah kejadian di mana otak “mati” atau tertidur selama beberapa detik tanpa kamu sadari, bahkan dengan mata terbuka. Jika ini terjadi saat kamu menyetir di jalan tol atau mengoperasikan mesin berat, nyawa taruhannya. Statistik kecelakaan lalu lintas akibat mengantuk seringkali lebih tinggi daripada akibat mabuk alkohol.
Tidur bukanlah kemewahan atau tanda orang malas, melainkan kebutuhan biologis mutlak seperti makan dan bernapas. Jangan bangga bisa bekerja dengan sedikit tidur. Mulailah prioritaskan tidur 7-8 jam malam ini, karena kesehatanmu adalah investasi yang tidak bisa dicicil ulang.