10 Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dalam Investasi Saham

10 Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dalam Investasi Saham

Kalau kamu baru mulai terjun ke dunia saham, mungkin sering denger istilah Dollar Cost Averaging (DCA). Singkatnya, DCA itu strategi investasi di mana kamu rutin beli saham dengan jumlah dana yang sama, tanpa peduli harga saham lagi naik atau turun. Cara ini bikin kamu nggak perlu pusing mikirin timing pasar, karena fokusnya ke konsistensi investasi.

Nah, biar strategi DCA kamu makin maksimal, yuk simak 10 strategi DCA dalam investasi saham yang bisa kamu terapkan!

Baca juga:

Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dalam Investasi Saham

10 Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dalam Investasi Saham

1. Tentuin Budget Bulanan

Strategi pertama, pastiin dulu berapa dana yang mau kamu sisihin buat DCA. Misalnya Rp500 ribu atau Rp1 juta per bulan. Jangan terlalu maksa, biar investasi nggak ganggu kebutuhan sehari-hari.

2. Pilih Saham Blue Chip

DCA bakal lebih efektif kalau dipakai di saham-saham stabil kayak blue chip. Saham ini biasanya dari perusahaan besar yang fundamentalnya kuat, jadi risikonya lebih rendah buat jangka panjang.

3. Konsisten Investasi di Tanggal yang Sama

Supaya lebih disiplin, coba tentuin tanggal rutin buat beli saham, misalnya tiap tanggal gajian atau tanggal tertentu setiap bulan. Konsistensi ini kunci utama DCA.

4. Gunakan Fitur Auto Debit

Kalau takut lupa atau males ribet, manfaatin fitur auto debit dari sekuritas atau e-wallet. Jadi dana otomatis kepotong buat beli saham sesuai jadwal.

5. Diversifikasi ke Beberapa Saham

Jangan cuma fokus ke satu saham aja. Kamu bisa sebar dana ke beberapa saham sektor berbeda. Misalnya sebagian ke perbankan, sebagian lagi ke consumer goods. Tujuannya biar risiko lebih terkontrol.

6. Jangan Panik Saat Harga Turun

Ingat, DCA itu justru nguntungin kalau harga saham lagi turun, karena kamu bisa beli di harga lebih murah. Jadi jangan panik, anggap aja lagi “diskon”.

7. Fokus Jangka Panjang

Strategi DCA bukan buat cari untung instan. Jadi, kalau kamu pengin hasil maksimal, mindset harus jangka panjang, minimal 3–5 tahun.

8. Catat dan Evaluasi

Biar lebih jelas perkembangannya, coba rutin catat hasil investasimu. Dari situ kamu bisa lihat berapa rata-rata harga beli saham dan seberapa besar cuannya.

9. Kombinasikan dengan Analisis Fundamental

Walaupun DCA simpel, tetap penting buat pilih saham dengan fundamental yang bagus. Cek laporan keuangan, pertumbuhan laba, sama prospek bisnisnya.

10. Sabar dan Jangan Tergoda Jual Cepat

DCA itu soal kesabaran. Kalau baru beberapa bulan udah pengin cuan instan, hasilnya bisa nggak maksimal. Jadi, tahan diri biar strategi ini bisa nunjukin hasilnya.

Dollar Cost Averaging (DCA) cocok banget buat kamu yang pengin investasi saham tanpa pusing mikirin naik-turun harga tiap hari. Dengan konsistensi, sabar, dan pemilihan saham yang tepat, strategi ini bisa bantu kamu bangun kekayaan jangka panjang.

Get in Touch

Jalan Kemang Selatan IX No 1B
Mampang Prapatan, Jakarta Selatan

info@yotinspirasi.com

brand@yotinspirasi.com

081385640560

©2024 | All right reserved