Menjadi mahasiswa baru itu rasanya campur aduk. Antara bangga pakai almamater, deg-degan ketemu senior, sampai bingung nyari gedung kuliah yang luasnya minta ampun. Tapi hati-hati, euforia jadi “Maba” sering bikin lengah. Banyak mahasiswa baru yang tanpa sadar melakukan kesalahan di semester awal. Akibatnya? IPK terjun bebas, dompet kering, atau malah dijauhi teman sekelas.
Biar masa-masa ospek dan semester pertamamu mulus, hindari 10 kesalahan yang sering dilakukan ini ya!
Baca Juga:
10 Kesalahan Fatal Mahasiswa Baru
1. Mental Anak Sekolahan
Ini kesalahan terbesar Maba. Di SMA, guru bakal ngejar-ngejar kamu buat kumpul tugas. Di kuliah? Dosen tidak akan memaksamu mengumpulkan tugas. Kalau kamu tidak mengumpulkan tugas, ya nilaimu nol. Kalau kamu bolos, ya dianggap alpa. Kamu harus proaktif cari info, baca silabus, dan catat deadline sendiri.
2. Ikut Semua UKM dan Organisasi
Liat demo ekskul pas ospek emang seru. “Wah keren, ikut Mapala ah! Ikut BEM juga! Ikut Paduan Suara juga!” Akhirnya daftar 5 organisasi sekaligus. Realitanya? Kamu bakal keteteran bagi waktu, tugas kuliah terbengkalai, dan akhirnya malah ghosting dari semua organisasi itu. Pilih 1-2 saja tapi fokus.
3. Meremehkan IPK Semester 1
“Ah, semester 1 mah pemanasan doang, mata kuliah dasar gampang.” Salah besar! Semester 1 dan 2 adalah lumbung nilai A. Mata kuliahnya masih pengantar dan relatif mudah dapat nilai bagus. Kalau IPK awalmu jeblok, semester-semester berikutnya kamu bakal ngos-ngosan buat menjaga IPK biar bisa Cumlaude.
4. Hobi Titip Absen Sejak Awal
Baru juga minggu kedua, udah mulai nitip tanda tangan ke teman karena malas bangun pagi. Kebiasaan ini memang bikin nagih. Sekali berhasil, besok diulangi lagi. Hati-hati, dosen jaman sekarang lebih canggih. Sekali ketahuan, bisa-bisa satu kelas kena sanksi atau nilaimu langsung E otomatis.
5. Manajemen Keuangan yang Buruk
Kiriman atau uang saku baru cair, langsung foya-foya nongkrong di coffee shop hits tiap hari. Pas tanggal 20 ke atas, menu makan berubah drastis jadi promag dan air putih. Belajarlah atur cashflow. Ingat, ada biaya tak terduga kayak fotokopi makalah, iuran kelas, atau beli buku paket.
6. Salah Pilih Circle Pertemanan
Teman semester 1 itu krusial. Kalau kamu gabung sama circle yang hobinya bolos dan ngeluh, kamu bakal ketularan malas. Cari teman yang seimbang, bisa diajak seru-seruan main, tapi juga ambisius kalau soal tugas dan ujian. Teman yang toxic bisa bikin kuliahmu molor sampai semester 14.
7. Hanya Berteman dengan Teman Satu Daerah dan SMA
Merantau jauh-jauh, eh mainnya sama teman SMA lagi atau teman sekampung halaman doang. Zona nyaman ini bikin wawasanmu sempit. Kuliah itu tempatnya networking. Beranikan diri kenalan sama teman dari beda kota, beda suku, bahkan beda fakultas. Siapa tau rezeki karirmu nanti datang dari mereka.
8. Buta Birokrasi & Gak Kenal Dosen PA
Dosen Pembimbing Akademik (PA) itu “orang tua” kamu di kampus. Banyak Maba yang nggak tau siapa dosen PA-nya sampai semester 3. Padahal, tanda tangan beliau penting buat KRS-an (Kartu Rencana Studi) dan konsultasi kalau ada masalah nilai. Kenali beliau, sapa kalau ketemu, biar urusan administrasimu lancar.
9. Fokus Teralihkan ke Pacaran
Baru ospek udah pacaran sama teman sekelompok. Kemana-mana berdua, dunia milik berdua. Masalahnya, kalau putus di tengah semester, suasana kelas jadi canggung parah. Belum lagi kalau galau sampai ganggu belajar.
10. Takut Bertanya di Kelas
Duduk paling belakang, main HP, ditanya dosen diam aja. Maba sering takut dibilang “sok pintar” kalau aktif bertanya. Padahal, dosen paling ingat sama mahasiswa yang aktif. Nilai keaktifan ini bisa jadi penyelamat kalau nilai ujianmu pas-pasan.
Semester awal adalah masa transisi. Wajar kalau ada salah dikit, tapi jangan sampai kebablasan. Ingat, start yang bagus akan menentukan finish yang gemilang. Nikmati masa Maba-mu dengan cerdas, bukan dengan penyesalan!