Child grooming adalah salah satu bentuk kejahatan yang sering terjadi, tapi masih banyak orang yang belum sadar bahayanya. Pelaku biasanya mendekati anak atau remaja secara perlahan, membangun kepercayaan, lalu memanipulasi korban demi kepentingan mereka sendiri. Isu ini makin ramai dibahas setelah buku Broken Strings karya Aurelie viral. Buku ini menceritakan kisah nyata hidup Aurelie yang menjadi korban child grooming sejak usia 15 tahun. Dari kisah tersebut, kita bisa lihat betapa besar dampak buruk child grooming bagi korban, bahkan sampai dewasa.
Supaya kamu makin aware, ini dia 10 dampak bahaya child grooming yang wajib kamu tahu.
Baca juga:
- Cara Menyadarkan Korban Child Grooming dengan Empati dan Aman
- Cara Menolong Korban Child Grooming dengan Empati dan Tindakan Nyata
Dampak Bahaya Child Grooming yang Harus Kamu Waspadai Sejak Dini
1. Trauma Psikologis Jangka Panjang
Korban child grooming sering mengalami trauma mendalam. Rasa takut, cemas, dan ingatan buruk bisa terus menghantui, bahkan bertahun-tahun setelah kejadian berlalu.
2. Kehilangan Rasa Aman
Setelah mengalami child grooming, korban bisa merasa dunia bukan tempat yang aman lagi. Mereka jadi sulit percaya sama orang lain, termasuk orang terdekat.
3. Manipulasi Emosi Sejak Dini
Pelaku biasanya pintar memainkan emosi korban. Akibatnya, korban tumbuh dengan pola pikir yang salah soal kasih sayang, perhatian, dan hubungan.
4. Gangguan Kepercayaan Diri
Banyak korban merasa dirinya bersalah atau tidak berharga. Hal ini bisa bikin kepercayaan diri turun drastis dan memengaruhi cara mereka melihat diri sendiri.
5. Sulit Menjalin Hubungan Sehat
Child grooming bisa membuat korban kesulitan membangun hubungan yang sehat di masa depan. Mereka bisa terjebak dalam hubungan toxic karena menganggap itu hal yang normal.
6. Depresi dan Gangguan Mental
Tidak sedikit korban child grooming yang mengalami depresi, anxiety, bahkan gangguan mental lainnya. Dalam buku Broken Strings, Aurelie juga membagikan bagaimana luka batin ini berdampak besar pada hidupnya.
7. Prestasi Akademik atau Karier Menurun
Tekanan mental dan emosional membuat korban sulit fokus. Akibatnya, prestasi di sekolah, kuliah, atau pekerjaan bisa menurun.
8. Rasa Bersalah yang Berkepanjangan
Korban sering menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi, padahal sepenuhnya itu kesalahan pelaku. Rasa bersalah ini bisa terus terbawa sampai dewasa.
9. Risiko Kekerasan Lanjutan
Child grooming sering jadi pintu awal ke bentuk kekerasan lain, baik fisik maupun seksual. Jika tidak disadari sejak awal, dampaknya bisa makin parah.
10. Luka Emosional yang Sulit Disembuhkan
Seperti yang digambarkan dalam Broken Strings, luka akibat child grooming bukan luka biasa. Proses penyembuhannya panjang dan butuh dukungan dari banyak pihak.
Belajar dari Kisah Broken Strings
Buku Broken Strings karya Aurelie membuka mata banyak orang tentang realita child grooming. Kisah hidupnya sebagai korban di usia 15 tahun jadi pengingat bahwa kejahatan ini bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan sering kali tanpa disadari.
Child grooming bukan hal sepele. Dampaknya bisa menghancurkan masa depan korban secara mental, emosional, dan sosial. Dengan memahami bahaya child grooming dan belajar dari kisah nyata seperti yang dibagikan Aurelie di Broken Strings, kamu bisa lebih waspada dan ikut melindungi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kamu.